Jika aku terus menuliskan puisi
dalam
suasana apapun,
mungkin yang akan kutuliskan
hanya akan membawa perasaan iba
pada siapapun yang membaca.
Karena memang sudah tertera
di benak
manusia
bahwa puisi adalah ratapan...
Puisi adalah kesedihan
yang tertuang
dalam bait-bait tulisan.
Oh tidak...
Aku hanya ingin seperti dia,Tuhan...
Seorang manusia biasa
yang pandai
merenda hati
menjadi sebingkai sajak cantik.
Dia bukan pujangga,
bukan pula penyair
hebat kelas dunia..
Dia hanya seorang anak manusia,
layaknya
aku yang hanya bisa mengeluh
dan banyak bertanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar