Sajak sajak gila bernama Rindu itu
Lagi lagi membombardir seisi relung yang sempit ini
Iramanya yang cadas
Dentumannya yang keras
Semakin menggila dan memanas.
Sudah tak lagi sanggup tanggul ini membendung.
Serdadu cinta yang menggempur
Mengepung setiap pintu keluar
Hingga gundah ini terperangkap dalam penjara jiwa.
Bait baitnya yang dulu indah
Kini menjelma sedemikian rupa.
Sebuah sua yang didamba.
Walau tak sempat beradu bicara.
Sungguh kejam masa lalu.
Dia abstrak namun tajam menyayat.
Entah seberapa dalam luka yang pernah tercipta.
Tetap saja mampu untuk menorehkannya lagi.
#Ini tak wajar.
Mungkin.. Hanya efek bingung semata.
Tulisan tangan buntek yang tak tau arah.
Hanya sebatas uraian suasana saat ini.#
Tidak ada komentar:
Posting Komentar