Senin, 20 Agustus 2012

WAHAI HATI



Tuhan memang Maha dari segala Maha.
Tahu dari segala sesuatu yang tak menahu.
Tuhan menciptakan.
Mengelola dan mematikan.
Beragam bentuk dari segala bentuk.
Akal pikiran yang runyam.
Dawai hati dengan alunannya yang gelisah, 
memohon menghamba 
untuk dituntun melangkah.
Merengek meminta senjata 
untuk memusnahkan segala gundah.
Serba tak tahu apa yang akan terjadi padanya 
sejurus sedetik kemudian dan seterusnya.
Benar-benar tak mampu untuk berpijak,
kecuali dengan kaki Tuhan yang Maha Membolak-balikkannya.
Ia hanya pasrah pada keadaan.
Ketika ia harus tertaut 
pada hati dengan tuan yang berbeda dari tuannya.
  
Tak satu hal pun bisa ia lakukan,
kecuali tunduk dan mengiyakan, 
tanpa ia bisa melepas ikatan 
dengan lain tuan yang lain pula waktunya.

(maaf,hanya penulis yang paham tentang puisi ngaco ini...:p)















Tidak ada komentar:

Posting Komentar