Tuhan memang Maha dari segala Maha.
Tahu dari segala sesuatu yang tak
menahu.
Tuhan menciptakan.
Mengelola dan
mematikan.
Beragam bentuk dari segala bentuk.
Akal pikiran yang runyam.
Dawai hati dengan alunannya yang
gelisah,
memohon menghamba
untuk dituntun melangkah.
Merengek meminta senjata
untuk
memusnahkan segala gundah.
Serba tak tahu apa yang akan terjadi
padanya
sejurus sedetik kemudian dan seterusnya.
Benar-benar tak mampu untuk
berpijak,
kecuali dengan kaki Tuhan yang Maha Membolak-balikkannya.
Ia hanya pasrah pada keadaan.
Ketika ia harus tertaut
pada hati dengan
tuan yang berbeda dari tuannya.
Tak satu hal pun bisa ia lakukan,
kecuali
tunduk dan mengiyakan,
tanpa ia bisa melepas ikatan
dengan lain tuan yang lain pula
waktunya.
(maaf,hanya
penulis yang paham tentang puisi ngaco ini...:p)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar