Nantikan kehadiranmu lagi.
Lewat bait puisi yang kau ikat rapi.
Dengan ribuan majas
yang membingkai menghiasi.
Kini pagi telah kembali datang.
Dengan mengusir senja yang diikuti kelamnya malam.
Menjelma lelah menjadi kerinduan
akan sajak sajakmu yang hilang.
Kau telah ajari aku tentang sikap dan kebijaksanaan.
Sekarang aku mengerti kenapa kau menghilang.
Semata mata untuk menjemput keagungan cinta
Kau telah ajari aku tentang sikap dan kebijaksanaan.
Sekarang aku mengerti kenapa kau menghilang.
Semata mata untuk menjemput keagungan cinta
yang dibalut kesejatian.
Bukan demi aku,
Bukan demi aku,
tapi demi dirimu
dan atas nama Tuhanmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar