Kau tampak berdiri,
dan tak pernah mendengar luapan emosi ini.
Kau adalah cerita,
yang entah kapan
kau pasti akan membeku
dan tak akan bisa bergema lagi.
Kau adalah lagu,
yang suatu saat pasti kan lenyap
dan tak akan terlantun lagi.
Kau adalah resah yang menyelinap
dalam cinta yang hampa ini.
Aku tau aku akan tetap rapuh
dalam cintamu.
Karna kau adalah seonggok keraguan yang lunglai.
Tak akan pernah menguatkanku,
karna cinta yang kau bawa
adalah semu...
Aku percaya dengan kesempurnaan cinta Tuhanku.
Tiada banding dan tiada pernah berakhir.
Genapkanlah aku dengan cintamu atas nama Rabb ku.
Lantunkanlah lagu rinduku
atas nama lantunan ayat-ayat Tuhanku.
Maka Allah akan menguatkan segenap hatiku. hatimu.
Siapapun engkau, Wallahua'lam..
Lauh Mahfuzh telah menceritakan semuanya.
Sebelum kita tau dan kita alami.
dan tak akan bisa bergema lagi.
Kau adalah lagu,
yang suatu saat pasti kan lenyap
dan tak akan terlantun lagi.
Kau adalah resah yang menyelinap
dalam cinta yang hampa ini.
Aku tau aku akan tetap rapuh
dalam cintamu.
Karna kau adalah seonggok keraguan yang lunglai.
Tak akan pernah menguatkanku,
karna cinta yang kau bawa
adalah semu...
Aku percaya dengan kesempurnaan cinta Tuhanku.
Tiada banding dan tiada pernah berakhir.
Genapkanlah aku dengan cintamu atas nama Rabb ku.
Lantunkanlah lagu rinduku
atas nama lantunan ayat-ayat Tuhanku.
Maka Allah akan menguatkan segenap hatiku. hatimu.
Siapapun engkau, Wallahua'lam..
Lauh Mahfuzh telah menceritakan semuanya.
Sebelum kita tau dan kita alami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar