Lagi..
Gadis itu menyapaku kembali.
Ia telah mendengar serentetan cerita
dalam naskah dramaku ini.
Mungkin aku telah mengemasnya
dengan cara ala pujangga.
Merendanya dengan rangkaian majas
yang menjadikannya bait bait yang mempesona.
Tapi gadis itu tetap terpekur.
Mendengar ocehan lara dari mulutku
yang mungkin tak akan berhenti bertutur.
Membagi duka dengan segenap luka yang ada.
Dengan lagu lagu sendu yang berirama syahdu.
Dan ia pun termangu.
Ku tau ia inginkan pelangi datang bersama mentari.
Bernyanyi, menari, dan berdendang meluruhkan semua emosi.
Diatas hamparan bumi, dengan langit biru yang menaungi.
Bait-baitku adalah serdadu yang mewakiliku.
Mengungkapkan segenap rasa yang tersimpan dikedalaman jiwa.
Menyanyikan lagu bahagia.
Dan juga meneriakkan rintihan lara.
Semoga kau baik-baik saja.
Esok pasti kita jelang fajar dengan senyum yang berirama gembira.
Mari bernyanyi.
Dan tetap menyanyikan lagu pelangi,
apapun suasana hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar