Kau yang sederhana,
memilin kata menjadi syair yang cantik tiada tara.
Gundah dan gulana itu telah tiada,
menjelma menjadi harapan harapan rumit
yang ingin menyatakan eksistensi,
mendorong tangan, kaki dan hati untuk lalu beraksi.
Lilin pelita itu telah padam,
kuganti dengan obor
yang semoga menjadi kobaran dahsyat yang menggelora..
Terimakasih.
Darimu bukan aku temukan respon yg menyenangkan,
tetapi menyelamatkan.
*tetap ajari aku untuk menjadi bijaksana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar